Mahasiswa UNS Ciptakan Celana Apung Batik untuk Mitigasi Kondisi Darurat
Ketiga, setelah gelembung pelampung terisi udara, segera tutup katup udara dengan rapat. Terakhir, celana apung dapat digunakan untuk mengapung di atas air. Produk celana apung ini memiliki kelebihan bersifat tahan air dan tahan angin.
Andian berharap, inovasi yang mereka ciptakan dapat menyumbang medali emas untuk UNS. Pada Agustus ini diagendakan sudah bisa dirilis produk celana apung.
“Semoga karya PKM-K ini bisa menyumbang medali emas di pagelaran Pimnas 34 kelak,” katanya.
Ide pembuatan celana apung disambut Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Geografi FKIP UNS, Dr Yasin Yusup yang menilai sebagai ide yang cemerlang.
“Celana apung menjadi ide yang cemerlang terkait mitigasi bencana banjir di Indonesia karena merupakan bencana yang paling sering terjadi. Pada tahun 2020, ada 1.518 kejadian dengan cakupan wilayah yang luas dan korban yang terdampak juga banyak,” kata Yasin Yusup.