Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Update Ledakan Bom Peninggalan Perang di Biak, 6 Korban Tewas dan 3 Orang Masih Hilang
Advertisement . Scroll to see content

Mabes Polri Jelaskan Kronologi Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura Sukoharjo

Selasa, 04 Juni 2019 - 18:10:00 WIB
Mabes Polri Jelaskan Kronologi Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura Sukoharjo
Sejumlah anggota Satuan Lalu Lintas Polres Sukoharjo berjaga di Pospam Mudik Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019). Pascaledakan bom Senin (3/6/2019) malam, kondisi di kawasan pospam kembali normal. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nug
Advertisement . Scroll to see content

“Kemudian jajaran tim Polres Sukoharjo bersama pasukan Brimob mengevakuasi pelaku setelah melakukan sterilisasi area. Ketika TKP dinyatakan aman, pelaku dibawa ke RS Moewardi untuk mendapatkan perawatan intensif,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, Tim Densus 88 Antiteror dan Tim Antiteror Polda Jateng selanjutnya menginvestigasi pelaku dan kejadian tersebut. Unit Laboratorium Forensik pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan serpihan bom.


Pada pukul 01.25 WIB, jajaran Densus 88 dan Polda Jateng menggeledah rumah orang tua pelaku, tempat dia menetap. Hasilnya, pelaku diketahui bernama Rofik Asharudin, berdasarkan ijazah yang ditemui serta hasil pemeriksaan sidik jari pelaku.

Sementara itu, hasil penyitaan yaitu dua plastik isi belerang, satu plastik berisi potasium klorat, dan campuran belerang dengan potasium arang atau black powder dalam Tupperware. Kemudian, empat switch, baterai 9 volt, serbuk putih yang diduga nitrat, satu plastik arang, dua plastik kabel berwarna kuning dan kabel clay. Lalu, pengisi daya baterai, dua pipa berukuran 2-15 sentimeter, detonator manual warna putih dengan kabel hijau dan putih, solder, serta sisa paku.

“Berdasarkan hasil analisis Laboratorium Forensik, kesimpulan sementara menyatakan jenis bom berdaya ledak rendah (low explosive). Serpihan bom di TKP dan sisa serbuk di tubuh pelaku identik,” kata Dedi.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut