Sementara itu Humas RSU Muhammadiyah Singkil Adiwerna, Iyus Fairus Isfandiari mengatakan hingga hari ini masih ada dua pasien yang dirawat akibat keracuna massal itu. Dia mengatakan saat dibawa ke rumah sakit itu, kondisi pasien lemah dan mengalami dehidrasi.
“Kami menerima lima pasien akibat kejadian itu, tiga langsung menjalani rawat inap dan dua menjalani rawat jalan di instalasi gawat darurat. Sementara dua orang meninggal pada Kamis dini hari dan pada pukul 10.00 WIB,” katanya.
Keduanya kini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Polisi masih terus menyelidiki penyabab utama keracunan massal yang mengakibatkan dua orang tewas. Petugas Dinas Kesehatan Tegal telah mengambil sampel timus untuk dilakukan uji laboratorium.
Editor: Rizal Bomantama