“Saya tidak tahu peristiwanya karena posisi saya di Pemalang sedang menghadiri pernikahan. Ya ini musibah,” ucapnya sambil menyeka air matanya.
Seperti diketahui, 11 orang mengalami keracunan usai menyantap timus goreng. Dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia yaitu Egi Supendi dan Suwarno (32) warga Desa Purbasana. Korban menduga tepung aci atau tepung tapioka yang menjadi komponen pembuat timus sebagai penyebab keracunan massal yang menewaskan dua orang tersebut.
Hal itu disampaikan korban bernama Umi Nuroh yang juga menjadi pembuat makanan tersebut. Umi Nuroh kini masih dirawat di RSI Muhammadiyah Singkil Adiwerna Tegal, Jumat (27/12/2019).
“Saya buat timus itu, ubi saya kupas lalu dikukus. Setelah itu dihancurkan dan dikasih gula pasir serta tepung terigu, lalu dijadikan timus. Setelah digoreng hancur, saya icipin masih enak, lalu kami kasih tepung aci, cuma dioleskan. Saya menduga keracunan akibat tepung aci itu,” katanya ketika ditemui di rumah sakit.
Umi mengatakan tepung aci itu sudah tidak digunakan dalam waktu satu bulan. Sehingga menurutnya keracunan massal itu terjadi akibat penggunaan tepung aci kedaluwarsa tersebut.