Kisah Tan Malaka dan Jenderal Soedirman Rapat di Purwokerto untuk Mendapatkan Kemerdekaan RI
Rumah yang sudah beberapa kali mengalami renovasi dan berada di lingkungan padat penduduk. Kanan dan kiri rumah Slamet juga berdiri rumah - rumah lainnya.
Kala itu, dibandingkan tetangga-tetangganya, fasilitas di rumah Slamet bisa terbilang lengkap, karena sudah memiliki telepon dan garasi mobil. Bahkan penduduk setempat menganggap keluarga tersebut sebagai keluarga ningrat dan sering memanggil Slamet dan tiga anaknya dengan panggilan 'Den'.
Karena aktif dalam gerakan kiri dan menentang Belanda, Slamet sempat menjalani Digul (diasingkan). Selama Slamet menjalani Digul, keluarga tersebut hidup sangat prihatin ketika penjajahan, apalagi saat Belanda sering mendatangi rumahnya.
Istri Slamet, Martini, yang lahir di Purwokerto, 5 Oktober 1920 juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi, dia meninggal November 2007. Sedangkan Slamet meninggal 4 September 1966, jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tanjung Nirwana, Purwokerto, sebagai perintis kemerdekaan.
Kongres di Purwokerto dikatakan memberikan sumbangan besar untuk menyuburkan ide perang rakyat semesta. Padahal konferensi itu awalnya direncanakan akan berlangsung di Malang, Jawa Timur, Desember 1945.