Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkab Kotabaru Sapa Jemaah Haji Kloter 13 BDJ di Tanah Suci, Doakan Mabrur
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Soeharto Berhaji sebagai Warga Biasa Bukan Presiden, Dikawal Wiranto dan Hendropriyono

Senin, 11 Juli 2022 - 08:01:00 WIB
Kisah Soeharto Berhaji sebagai Warga Biasa Bukan Presiden, Dikawal Wiranto dan Hendropriyono
Presiden Soeharto dan keluarga saat menunaikan ibadah haji pada 1991. (FOTO/IST)
Advertisement . Scroll to see content

Saat sarapan bersama, ia mengusulkan agar Presiden Soeharto tetap datang dalam rangka kunjungan kenegaraan. Artinya, datang dan pulang dengan penyambutan dan pelepasan resmi.

Beliau dan keluarga dapat melaksanakan haji bersama jemaah Indonesia lainnya pada jadwal free program yang biasanya untuk memberi kesempatan tamu melaksanakan acara-acara bersifat pribadi," kata diplomat karier lulusan Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur ini. "Setuju! Tolong dikomunikasikan dengan pihak Saudi Arabia," kata Hendropriyono.

Setelah berkomunikasi, Kerajaan Arab Saudi tetap ingin Presiden Soeharto melaksanakan haji, utamanya saat wukuf di Arafah, di area khusus untuk tamu negara.

Namun Pak Harto juga keukeh ingin wukuf bersama jamaah haji Indonesia.  Sebagai jalan tengah, akhirnya disepakati Presiden Soeharto wukuf bersama jemaah Indonesia dengan pengawasan penuh Pasukan Pengamanan Kerajaan. Presiden Soeharto bersama keluarga berangkat ke Tanah Suci pada 16 Juni 1991. 

Sesampai di Jeddah, ternyata penerjemah yang telah disiapkan dari Jakarta terlambat tiba. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) kemudian memerintahkan Maftuh Basuni menjadi penerjemah Pak Harto. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut