Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Sanjoto, Pengaman Rute Gerilya Jenderal Sudirman hingga Penguji SIM Militer Ahmad Yani

Kamis, 05 Oktober 2023 - 05:47:00 WIB
 Kisah Sanjoto, Pengaman Rute Gerilya Jenderal Sudirman hingga Penguji SIM Militer Ahmad Yani
Kapten CPM (Purn) Sanjoto saat dikunjungi Danyonif Raider 400/BR Letkol Inf Mohammad Zainollah bersama jajarannya di rumah Jalan Blimbing Raya 34 Peterongan Semarang. (IST)
Advertisement . Scroll to see content

Pengalamannya berjuang sebagai tentara kala itu tak selamanya manis, namun ada kepahitan yang harus diterima Sanjoto. Yakni saat pucuk pimpinan TNI memberlakukan Rekonstruksi dan Rasionalisasi di tubuh Angkatan Perang. Karena terlalu ‘gemuk’ dan Pemerintah kesulitan menggaji karena kondisi keuangan yang minim, maka dampaknya juga dialami Sanjoto. Pangkat Letnan Muda yang telah disandang pun diturunkan menjadi Kopral.

Menghadapi hal ini pun Sanjoto merasa terpukul, meski menyadari awal menjadi tentara tidak melalui perekrutan dan pelatihan militer. Dia kemudian menyampaikan keberatannya dan niatan untuk kembali ke Surakarta melanjutkan sekolah. Kebijakan pimpinan pun berubah, Sanjoto ditawari pangkat Sersan Polisi Tentara dan akhirnya bisa menerimanya serta melanjutkan berjuang di bawah komando Kolonel Gatot Soebroto yang berkedudukan atau bermarkas di Gunung Lawu.

Kondisi berangsur berubah, Sanjoto ditugaskan di Slawi Tegal saat Penumpasan DI/TII. Saat itu Sanjoto ditugaskan menguji Rebues atau SIM Militer Letkol Ahmad Yani salah satu pimpinan Gerakan Banteng Nasional yang ditugaskan Presiden Soekarno untuk menggempur DI/TII pimpinan Amir Fatah di wilayah Tegal sekitarnya tahun 1950an.

Titik balik peningkatan pangkat justru dari saat bertemu Ahmad Yani yang kala itu sudah berpangkat jenderal saat Operasi Dwikora di Kalimantan. Sanjoto tampaknya masih dikenalinya karena satu-satunya tentara yang menggunakan kacamata tebal alias belor. Melalui ajudan, Ahmad Yani memanggilnya dan mengenalkan ke hadirin yang ada bahwa Sanjoto merupakan orang yang berjasa menguji SIM Militernya saat di Tegal. Tanpa Sanjoto maka tak mungkin Ahmad Yani punya SIM.

Ahmad Yani kemudian bertanya kepada Sanjoto kemauannya apa. Ternyata Sanjoto minta ditugaskan ke Jawa karena sudah lama bertugas di Kalimantan sebagai Polisi Militer. Oleh Ahmad Yani akhirnya direkomendasi bahkan juga diberi surat kenaikan pangkat menjadi Sersan Mayor.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut