Kisah Perjuangan Sanjoto, Pengawal Jenderal Soedirman di Medan Gerilya Surakarta-Wonogiri
Perang bagi Sanjoto harus menghadapi kenyataan menjadi orang yang beringat. Meski bertentangan dengan rasa manusiawi, tapi kadang harus dilakukan daripada menjadi korban dan kehilangan kehormatan.
Sanjoto mengingat betapa sadisnya angkatan udara Belanda dengan pesawat Cocor Merahnya memberondong memberondong tembakan saat dia menyeberangkan pengungsi dan pejuang di Sungai Bengawan Solo. Saat itu banyak yang gugur dan air sungai itu seketika jadi merah darah," kenangnya.
Dalam momentum Hari Pahlawan 2022 ini, Sanjoto mengaku bersyukur, perang sudah berlalu. Indonesia sudah maju dan pembangunan berjalan.
"Saya berharap jangan ada perang, kita jaga perdamaian. Jangan mau diadu domba untuk perang. Karena perang akan menyengsarakan semua pihak," ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni