Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Solo Geger! Banjir Aneh Airnya Berwarna Merah, kok Bisa?
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Perjuangan Sanjoto, Pengawal Jenderal Soedirman di Medan Gerilya Surakarta-Wonogiri

Kamis, 10 November 2022 - 05:19:00 WIB
 Kisah Perjuangan Sanjoto, Pengawal Jenderal Soedirman di Medan Gerilya Surakarta-Wonogiri
Sanjoto mengisahkan perjuangannya mengawal Panglima Besar Jenderal Soedirman saat perang gerilnya 1948. (Ist)
Advertisement . Scroll to see content

 "Saat itu  kami berada di Desa Mento, sekitaran Wonogiri-Sukoharjo. Di sana saya ingat ada belokan di tengah kebun tebu. Saya dan teman-teman memasang landsman (ranjau) tepat di belokan atau tikungan,” kenang Sanjoto, Rabu (9/11/2022).

“Karena sudah beranjak malam, timbunan ranjau tak terlihat mereka yang datang dengan konvoi panser dan truk. Panser di depan lolos dari ranjau, tapi truk yang di belakangnya meledak saat melindas ranjau yang dipasang," kenangnya.

Dia mengaku terperangah menyaksikan ledakan yang sempat melemparkan truk dan memorak-porandakan penumpangnya. “Saya melongo melihat api yang membumbung menerangi kebun tebu yang semula temaram. Panser yang ada di depan dan belakang truk menyempatkan melarikan diri," ujar Sanjoto.

Atas kejadian tersebut, Sanjoto membagi tiga regu pasukannya. Sanjoto di regu 2 yang akan melakukan pengecekan kondisi pasukan musuh. Sesang regu 1 dan 3 memberikan tembakan memancing reaksi musuh. Regu 2 pun akhirnya maju memgecek situasi dan menemukan banyak tentara Gurkha gugur karena rajau.

"Tubuh mereka banyak yang hancur, akhirnya senjata kami sita dan gunakan untuk bekal berjuang," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut