Kisah Nabi Ilyas AS yang Didustakan Kaum Bani Israil
وَزَكَرِيَّا وَيَحۡيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلۡيَاسَۖ كُلّٞ مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ٨٥
“Dan Zakaria, Yahya, ‘Isa dan Ilyas. semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.” (Q.S. Surat Al-An’am 6:85)
وَإِنَّ إِلۡيَاسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٢٣
“Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.” (Q.S. ash-Shaffat 37: 123)
Dan disebut satu kali dalam lafal Ilyasiin pada Surat ash-Shaffat ayat 130. Allah SWT berfirman:
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ١٢٩ سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ ١٣٠
“dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. (yaitu): “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyasin“ (Q.S. ash-Shaffat 37: 129-130).
Menurut Muhammad Washfi, Ba’al yang mereka sembah itu pada mulanya terdiri dari tiga nama yaitu Anu, Enky dan Enlil. Anu dalam keyakinan mereka adalah tuhan langit yang mereka sebut sebagai raja tuhan-tuhan. Anu menurut mereka kawin dengan Antu. Anu dan Antu inilah yang menyelamatkan Ishtar.