Kisah Nabi Ilyas AS yang Didustakan Kaum Bani Israil
JAKARTA, iNews.id - Kisah Nabi Ilyas alaihisalam (as) diutus Allah SWT untuk menyeru kaum Bal di Kota Ba'albak atau Baalbek, Lebanon. Wahb ibnu Munabbih mengatakan Allah mengutus Ilyas as kepada kaum Bani Israil sesudah Hizqil as (Hezkiel). Saat itu kaumnya menyembah berhala yang disebut Bal. Lalu Ilyas menyeru mereka untuk menyembah Allah, dan mencegah mereka dari menyembah kepada selain Allah.
Menurut Wahb, Nabi Ilyas as merupakan putra Nissi ibnu Fanhas ibnul Aizar ibnu Harun ibnu Imran. Menurut Ibn Ishaq, sebagaimana dikutip oleh Muhammad Washfi dalam Tarikh al-Anbiya’ wa ar-Rusul (hlm 249), Ilyas adalah putera Yusa ibn Fanhash ibn al-‘Izar ibn Harun saudaranya Musa.
Menurut Ibn Qutaibah, Ilyas bukan keturunan Harun tapi Yusya’ ibn Nun. Sedangkan menurut Ibn Sa’ad Ilyas adalah putera Tasybin ibn al-‘Izar ibn Harun ibn ‘Imran ibn Qahits ibn Lawi ibn Ya’qub.
Empat versi yang berbeda itu ketemu pada Ya’qub. Kalau nasab versi Ibn Ishaq kita teruskan sampai Ya’qub maka lengkapnya nasab Ilyas adalah Ilyas ibn Yusa ibn Fanhash ibn al-‘Izar ibn Harun ibn ‘Imran ibn Qahits ibn Lawi ibn Ya’qub.
Nama Nabi Ilyas ‘alaihi as-salam disebut dalam Al-Qur’an 2 kali, pertama pada Surat Al-An’am 85, dan kedua Surat Ash-Shaffat ayat 123. Allah SWT berfirman: