Kisah Johar Manik, Senopati Pangeran Diponegoro yang Jago Strategi Perang
Karena jabatannya sebagai senopati perang, Johar Manik diberi seekor kuda berwarna putih dari Pangeran Diponegoro untuk mobilitas dalam peperangan. Kuda putih itu diberi nama Kiai Bangkol.
Menurut Agustina Sri Kuntarsih, cucu canggah Johar Manik, dalam sebuah penyergapan di Salatiga yang dilakukan oleh Belanda dan antek-anteknya, Johar Manik yang saat itu terkepung tetap melakukan perlawanan sengit.
Johar Manik yang saat itu menunggangi kuda, tertusuk tombak di badannya hingga menderita luka parah. Meski demikian, dia masih tetap bisa mengendalikan kuda tunggangannya menuju tempat persembunyiannya di daerah Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
"Kudanya sudah sangat terlatih dan ketika Mbah Johar Manik terluka parah, langsung menuju tempat persembunyiannya di Sumogawe,” kata Sri Kuntrasih, Sabtu (18/6/2022).
Ketika di Sumogawe, ada Pangeran Sumonegoro yang merupakan saudara Pangeran Diponegoro yang ikut berjuang melawan penjajah. Johar Manik yang terluka parah kemudian dirawat, namun akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia.