Kisah Inspiratif Polisi di Blora, Dirikan Sekolah dan Jadi Guru Ngaji bagi Puluhan Santri
"Pada awal awal ingin mendapat murid banyak, namun setelah banyak anak anak yang ikut mengaji malah bingung. Tempatnya nggak ada sarana juga kurang Tapi Alhamdulillah istri saya mendukung dan ada beberapa teman yang ikut menjadi guru mengaji di sini," katanya.
Kemudian sarana dan prasarana yang ia dapatkan, Aipda Adi menyampaikan bahwa ada bantuan dari para donatur seperti dari rekan rekan Polres Blora dan dari warga umum serta dermawan lainnya.
"Dengan doa dan perjuangan serta dukungan dari keluarga dan teman teman akhirnya padepokan ini bisa berkembang. Dan saat ini sudah mempunyai 90 santri," ujar Adi.
Untuk diketahui, saat ini sudah ada empat kelas yang belajar mengaji di Padepokan Aipda Adi Tri. Mulai dari kelompok santri usia anak TK dan PAUD, SD, hingga usia SMP dan setiap hari Jumat Khusus kelas mengaji ibu ibu.
Dalam kegiatan sekolah mengaji ia tidak menentukan biaya bagi para santri yang biasa dilakukan adalah pembayaran infak sebesar 10 ribu rupiah setiap bulannya, itu pun tidak diwajibkan.