Kisah Faidah Nurul Nasabah BTPN Syariah yang Sukses Usaha Bawang Krispi dari Nol
Dari kejadian itu, dia mencoba memanfaatkan sisa-sisa bawang yang gagal dikirim ke Kalimantan untuk dibuat menjadi bawang goreng. “Saya belajar bawang goreng sampai bisa itu selama satu tahun,” ucapnya.
Setelah uji cobanya membuahkan hasil, Faidah pun mulai memasarkan produk bang goreng krispinya ke tetangga-tetangga dan warung makan di sekitar lokasi rumahnya. “Alhamdulillah, semua pada suka,” katanya.
Namun, Faidah mulai terbentur modal usaha hingga akhirnya mendapatkan informasi program BTPN Syariah tentang pembiayaan untuk pemberdayaan nasabah perempuan bagi keluarga prasejahtera dari tetangga.
“Karena tertarik, saya gabung dan ajak tetangga-tetangga lain. Waktu itu, ada 10 anggota yang bergabung,” katanya.
Faidah kemudian mendapat pinjaman awal sebesar Rp1,5 juta. Modal itu pun dimanfaatkannya untuk membeli bawang ke petani. “Saya awalnya beli sedikit 10 kg bawang,” ucapnya.
Dengan keuletannya dan pendampingan tim BTPN Syariah, usaha bawang goreng krispinya mulai berkembang. Bahkan, Faidah kembali mendapatkan pembiayaan untuk lebih mengembangkan bisnisnya itu hingga 10 kali lipat yakni sebesar Rp15 juta. “Modal pinjaman itu buat beli spiner bawang,” katanya.