Kisah Alumni UNS Jadi CEO Kebab Turki Baba Rafi, Awalnya Bekerja Jadi Sopir
“Efisiensi kita saat memasak, ketersediaan stok juga termasuk uang. Maka pahami betul sistem bisnis F&B adalah hal yang penting. Kemudian kita pastikan produk yang dijual enak dan disukai konsumen. Setelah itu kita perhatikan branding dan promotion untuk memperkuat produk F&B kita,” ujar Eko.
Selama mengembangkan bisnis Kebab Turki Baba Rafi, diakui kendala pasti ada. Namun adanya kendala justru yang menandakan bahwa bisnis berkembang. Kuncinya adalah harus persistem dan tahan banting terhadap kendala itu.
Terkadang kendala terbesar hadirnya dalam diri sendiri, yakni tak mau belajar atau tak mau naik kelas untuk mencari solusi saat menghadapi kendala.
“Di sisi lain cara kami bisa existing sampai saat ini kuncinya ada pada inovatif, atraktif, dan adaptif. Untuk inovasi bisa dengan inovasi produk atau inovasi model. Kemudian atraktif kita harus mampu membuat orang lain tertarik terhadap produk kita. Terakhir adaptif kita harus sesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan market,” tutur Eko.
Lebih lanjut, strategi untuk menggaet pasar baru dengan menganalisis kebutuhan target market seperti apa. Kemudian dicoba memenuhi kebutuhan mereka.
Eko berpesan bahwa untuk sukses, seseorang tidak boleh melupakan orang penting serta orang yang memberikan manfaat.
''Kita harus mengingat dan membalas jasa orang-orang yang sudah berinvestasi untuk kesuksesan kita,” katanya.
Editor: Ary Wahyu Wibowo