Kirab Obor Pospenas IX Singgah di 2 Pondok Pesantren Legendaris di Demak dan Semarang
Peserta pawai ini akan melibatkan antar instansi, selain Kemenag ada Kemenko PMK, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemrov Jawa Tengah, dan masyarakat pondok pesantren.
Rute yang ditempuh menuju Solo akan singgah di dua pondok pesantren legendaris, yakni Ponpes Girikesumo, Mranggen, Demak dan Pondok Pesantren Al Mas’udiyah, Jimbaran, Bandungan, Ungaran, Kabupaten Semarang.
Pondok Pesantren Girikesumo, sebuah pesantren tua yang terletak di Jl. Girikesumo, RT/RW. 04/03, Dusun Barang, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Pesantren berusia sekitar 1,5 abad ini didirikan oleh Syeikh Muhammad Hadi alias Mbah Hadi atau mbah Giri pada tahun 1868 M.
Pesantren yang kini menaungi 428 santri ini identik dengan perjuangan melawan kolonial Belanda. Pendiri pesantren yaitu Mbah Hadi, adalah tokoh perjuangan kemerdekaan yang beberapa kali tangkap Belanda dan dijebloskan di penjara Semarang.
Kemudian Pesantren al-Mas'udiyah yang terletak di Jl. Raya Blater, dusun Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Pesantren yang dahulu dikenal dengan Pesantren Blater ini didirikan KH. Ali Mas'ud pada tahun 1963, dan kemudian menjadi Yayasan al-Mas'udiyyah pada tahun 2003. Yayasan ini menaungi pondok pesantren dan sekolah dari jenjang play group hingga SMA.