Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Suami Bunuh Istri di Mamuju Tengah, Anak Ikut Tebas namun Selamat
Advertisement . Scroll to see content

Kesal Sering Dimarahi karena Menganggur, Pemuda Tega Habisi Nyawa Ayah Kandung di Klaten

Rabu, 11 Desember 2019 - 05:05:00 WIB
Kesal Sering Dimarahi karena Menganggur, Pemuda Tega Habisi Nyawa Ayah Kandung di Klaten
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah R Hasibuan menghadirkan tersangka yang membunuh ayah kandungnya saat pemaparan kasus di Mapolresta Klaten, Jateng, Selasa (10/12/2019). (Foto: iNews/Saeful Efendi)
Advertisement . Scroll to see content

KLATEN, iNews.id – Seorang pemuda berusia 29 tahun di Kemandohan, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng), tega membunuh ayah kandungnya. Pelaku bernama Johan kesal karena sang ayah sering memarahinya yang sudah lama menganggur.

Pria pengangguran ini akhirnya ditangkap petugas Polres Klaten, Selasa (10/12/2019). Pria pengangguran ini hanya pasrah saat digiring ke ruang gelar perkara di Mapolres Klaten, setelah menghilangkanya nyawa sang ayah, Girno (55), yang tinggal serumah dengan dirinya.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah R Hasibuan mengatakan, aksi pembunuhan itu terjadi sepekan lalu, Senin, 2 Desember 2019. Kasus ini awalnya terungkap setelah penemuan mayat seorang laki-laki tua yang membusuk di kamar rumahnya. Dari hasil pemeriksaan, korban diduga tewas akibat tindak kejahatan karena ditemukan bekas luka lebam di tubuhnya.

Kronologi kejadian itu berawal dari percekcokan antara pelaku dan korban karena berselisih paham, Senin sore lalu. Pelaku baru saja pulang ke rumah. Namun, sang ayah langsung memarahi pelaku sehingga pelaku emosi.

“Jadi pelaku ini emosi karena sering dimarahin dan ditegur sama orang tua menyangkut masalah pelaku ini belum ada pekerjaan,” ujar Andriansyah R Hasibuan saat pemaparan kasus di Mapolres Klaten, Selasa (10/12/2019).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut