Keren, UKM di Karanganyar Ini Suplai Sparepart ke Sejumlah Perusahaan Besar
Sejak mendapat pendampingan, terdapat peningkatan usaha, mulai dari kemudahan mencari barang, hingga pengguna jasa dari luar. Sementara sebelum ada pendampingan, pengguna jasa baru sebatas lokal dari Solo saja.
Pihaknya kini telah memiliki 12 karyawan dari semula 4 orang. Mesin yang semula baru satu, kini telah bertambah menjadi lima. Selama tiga tahun pendampingan, perkembangan yang paling dirasakan adalah pendapatan usaha.

“Sebelum pembinaan kami baru dua mesin, omzetnya baru Rp150 juta per bulan. Setelah ada pembinaan, kami mulai menambah mesin dan omzet sekarang sekitar Rp300 juta,” ucapnya.
Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Sigit P Kumala mengatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan sampai ke level mandiri. Selain pembinaan, pihaknya juga mencarikan pasar untuk UKM yang dibina.
Dia mencontohkan, dirinya telah dihubungi Semen Indonesia Group yang meminta YDBA agar mempersiapkan rantai pasok. Dengan demikian, Semen Indonesia Group tidak setiap kali beli barang harus dari luar negeri. “Harapannya bisa beli dari lokal,” kata Sigit P Kumala.