Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ribuan Warga Iringi Pemakaman Raja Solo PB XIII di Kedaton Pakubuwanan Imogiri
Advertisement . Scroll to see content

Keraton Solo Geger, Adik dan Anak Pakubuwono XIII Terkurung di Dalam

Jumat, 12 Februari 2021 - 14:30:00 WIB
Keraton Solo Geger, Adik dan Anak Pakubuwono XIII Terkurung di Dalam
Sejumlah abdi dalem saat berada di depan pintu kediaman Raja Sinuhun Hangabehi di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat (12/2/2021). (Okezone/Bramantyo)
Advertisement . Scroll to see content

"Gusti mempunyai kepentingan untuk menemui Ketua BPK. Karena apa, karena ada yang ingin disampaikan. Karena beberapa bulan sebelumnya, pihaknya menerima surat dari BPK Semarang prihal menanyakan tanggungjawab keuangan di tahun 2018," kata Kanjeng Wiro, Jumat (12/2/2021).

Karena melihat pintu Korikamandungan (pintu utama) Keraton Kasuananan dibuka setelah ditutup lama oleh pihak keraton menyusul adaannya konlik internal, istrinya itu, kata Kanjeng Wiro, masuk ke dalam keraton.

Namun, setelah istrinya masuk, rupannya pihak keraton, tanpa sepengetahuan istrinya, memindahkan Ketua BPK ke ruangan lain. Setelah tamu bergeser ke ruangan lain, pintu utama keraton itupun langsung ditutup.

"Gusti masuk,  setelah Gusti masuk,  rupannya tamunnya dipindah ke barat. Setelah tamunya bergeser, Gusti terkunci disini. (Sadar pintu dikunci) Gusti berusaha lewat keputren. Setelah masuk kedalam Keputren,  rupannya pintunya juga langsung dikunci, jadi terkunci didalam, dari tadi malam," kata Kanjeng Wiro.

Tragisnya, lanjut dia, kompor dan gas untuk memasak, juga diambil oleh pihak keraton. Bahkan listrik di dalam keraton itupun dimatikan. Praktis, mereka yang terkunci didalam Kraton, selain berada dikegelapan, juga tak tak bisa memasak makanan dan Minuman.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut