Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT
Advertisement . Scroll to see content

Kena PHK saat Pandemi, Pria Asal Magelang Ini Malah Sukses Jadi Eksportir Ubi Madu

Kamis, 20 Januari 2022 - 15:47:00 WIB
Kena PHK saat Pandemi, Pria Asal Magelang Ini Malah Sukses Jadi Eksportir Ubi Madu
Muhammad Choirul Umam, warga Dusun Belon, Desa Ngepanrejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang yang sukses menjadi petani dan eksportir ubi madu. Foto: Tangkapan layar akun YouTube CapCapung.
Advertisement . Scroll to see content

Para petani sangat berminat karena mereka bisa sambil melakukan pekerjaan lain. Mereka tinggal terima beres, karena lahan dirinya yang mengerjakan. 

Dikatakannya, perawatan ubi madu sangat mudah karena dari tahap pengolahan lahan ditraktor, dicangkul, dan penanaman. Setelah 1 bulan, selanjutnya dilakukan pendangiran, yakni membalikkan tanaman agar tidak merambat ke yang lain. 

Tanaman ubi madu tidak menggunakan pupuk kimia. Sebab tanah merupakan bekas tanaman padi, sehingga banyak jeraminya yang bisa menjadi pupuk yang kandungannya mencukupi untuk kebutuhan tanah. 

Untuk hama tanaman ubi madu terhitung tidak ada. Sebab tanaman ini bisa mematikan tumbuhan lain, seperti ilalang, dan rumput rumputan. Masa panen ubi madu membutuhkan waktu 3,5 bulan karena yang dibutuhkan adalah spekta yang ukurannya 1 kilogram isi 3-4. 

“Kalau terlalu besar jualnya malah susah, paling ke pasar lokal, tukang keripik atau gorengan,” katanya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut