Kena PHK saat Pandemi, Pria Asal Magelang Ini Malah Sukses Jadi Eksportir Ubi Madu
Dirinya lalu pulang ke kampung halaman di Magelang dan tertarik dengan dunia pertanian. Baginya, dunia pertanian sangat menarik karena bisa menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan potensi dari tanaman umbi juga sangat bagus.
Sebab bisa menggantikan bahan pokok seperti nasi dan diekspor. “Awalnya saya mengetahui kalau orang Jepang, Korea, dan Singapura mengonsumsi ubi itu dari YouTube, internet dan sosial media,” katanya.
Setelah ngobrol dengan temannya yang memiliki pengalaman ekspor ubi, dirinya tertarik menanam ubi dan diekspor sendiri. Awal bertanam, dirinya belajar dari petani setempat, serta sosial media.
Baginya, pengaruh sosial media apabila digunakan secara positif bakal sangat berguna. Saat ini, lahan yang dikelola untuk ditanami ubi madu luasnya sekitar 3 hektare. Dirinya juga menanam cabai dan sayur holtikultura. Hasil panen cabai dikirim ke daerah Sumatera, dan sayuran dijual ke konsumen door to door, dan pengepul.
Para petani di desanya turut tertarik menanam ubi dan bermitra dengan dirinya karena potensinya sangat menjanjikan. Sebab hasil panen bisa diekspor sendiri ke Singapura. Kerja sama dengan petani menggunakan sistem bagi hasil.