Kembalikan Kartu Bantuan Keluarga Miskin, Warga Grobogan: Saya Sudah Sejahtera
Beberapa keluarga lain juga ikut mengundurkan diri dan menyerahkan kartu PKH ke pemerintah desa. Seperti Wakhidatul Muyasaroh, ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh tani ini rela mengembalikan kartu PKH agar bisa digunakan warga miskin lainnya.
"Saya sudah sejahtera dan mungkin ada yang lebih membutuhkan. Bismillah saja bisa mencukupi," kata Muyasaroh.
Muyasaroh mengaku lega dan tidak beban pikiran setelah mengembalikan kartu PKH. Selama ini dia hidup dengan uang hasil kerja suaminya sebagai buruh bangunan. Meski penghasilan kecil, mereka mengaku cukup untuk menghidupi keluarga.
Kepala Dusun Waru Karanganyar, Kusnan membernarkan ada beberapa warga tak mampu yang justru menolak dan mengundurkan diri dalam pemberian bantuan PKH. Dari tujuh warga yang mendurkan diri, empat di antaranya warga tak mampu.
"Penerima PKH di dusun kami itu ada 129, tujuh orang mengundurkan diri secara ikhlas tanpa paksaan," kata Kusnan.
Kusnan menambahkan, kondisi rumah Muyasaroh yang hanya berlantai tanah dan sebagian dinding rumah yang sudah jebol sebenarnya layak menerima bantuan PKH. Namun, dia tidak bisa memaksakan keinginan warganya yang ingin mengundurkan diri dengan alasan tertentu.
Seluruh kartu PKH yang sudah dikembalikan ini akan diserahkan ke pemerintah daerah. Pihak desa juga sangat menyayangkan masih banyak warga mampu yang justru terang-terangan ikut dalam penerimaan bantuan PKH.
Editor: Nani Suherni