TEGAL, iNews.id - Keluarga korban dari mayat yang ditemukan di dalam karung berharap lima tersangka pembunuh anaknya dihukum mati. Mereka tak menyangka anaknya yang disangka bekerja di Jakarta malah tewas mengenaskan.
Ayah korban, Imam Maliki mengatakan, anaknya Nurhikmah (16) memang dekat dengan para pelaku yang merupakan teman-teman SD-nya. Dia sama sekali tak menaruh curiga dengan kelima tersangka, karena korban dan para pelaku sudah akrab sejak lama.
Pembunuhan Gadis Dalam Karung di Tegal Terungkap, Begini Kronologinya
"Saya sempat berpikir Nurhikmah pergi ke Jakarta bersama teman-temannya untuk bekerja di sana," kata Maliki kepada wartawan di rumahnya, Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (14/8/2019).
Dia mengatakan, anaknya meninggalkan rumah bersama teman-temannya pada April lalu. Namun tiga bulan kemudian, dia mendapat kabar kalau anaknya sudah tewas dalam kondisi mengenaskan, dibunuh teman-teman dekatnya.
Korban Nurhikmah sendiri, kata dia, hanya lulusan SMP. Almarhumah tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya karena keterbatasan ekonomi keluarga. Setelah itu, dia tampak lebih sering berbaur dengan bekas teman-teman SD-nya.