Jadi Barang Langka, Watu Giling di Sragen Jadi Hiasan Pos Kamling
Di Indonesia, suikermolen masih bisa ditemukan di sejumlah lokasi selain di Sragen, yakni di Delanggu Klaten, Tangerang, Tulungagung, serta di kawasan Sumatra. Sukardi, warga Dukuh Gebang Tengah mengatakan, suikermolen yang ada di Tanah Air didatangkan dari China.
Suikermolen pernah dimiliki seorang saudagar tebu bernama Souw Siouw Keng di Parungkuda, Tangerang, pada 1905. Suikermolen juga pernah dipakai di sebuah pabrik gula di Tulungagung pada 1936.
"Dulu di Dukuh Gebangloji (Desa Gebang) sempat berdiri sebuah pabrik penggilingan tebu secara manual dengan tenaga ternak. Setelah ada modernisasi alat, batu giling mulai tidak terpakai sehingga dibuang oleh pemiliknya," katanya.
"Pabrik lalu diubah fungsinya menjadi penggilingan padi dan pewarnaan kain serat nila. Bangunan pabrik milik warga Belanda itu masih sempat terlihat saat Agresi Militer Belanda I (pada 1947)," ujar Sukardi.
Setelah terjadi Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948, pabrik di Desa Gebang itu mulai ditinggal pemiliknya. Sejak saat itu, warga setempat mulai berani mengapling lahan bekas pabrik tersebut.