Jadi Barang Langka, Watu Giling di Sragen Jadi Hiasan Pos Kamling
SRAGEN, iNews.id - Sebuah batu yang berbentuk bulat torak seperti tong menjadi hiasan di sebelah pos kamling di Dukuh Gebang Kota, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Padahal batu itu merupakan salah satu alat yang dipakai untuk menggiling tebu secara manual pada zaman dulu dan mulai langkah.
Tinggi batu itu setinggi sekitar 50 sentimeter (cm) dengan diameter lingkaran atas dan bawah sekitar 40 cm. Bagian tengah batu itu berlubang dengan diameter sekitar 15 cm. Sementara bagian luar batu itu bergerigi. Oleh warga sekitar, batu itu dicat dengan warna hijau yang dipadu dengan warna emas dan hitam. Pilihan warna itu menyesuaikan dengan warna pos kamling di sampingnya.
Warga sekitar biasa menyebut batu itu dengan sebutan watu giling. Ini karena batu itu merupakan salah satu alat yang dipakai untuk menggiling tebu secara manual dengan menggunakan bantuan ternak sapi atau kerbau pada zaman dahulu.
"Watu giling itu kali pertama ditemukan di ladang milik saya lebih dari 30 tahun lalu. Pada awalnya, ada dua watu giling. Namun, satu di antaranya sudah pecah. Sebagian dari pecahan batu giling itu saya kubur di ladang," kata warga setempat, Giman (60).
Dalam bahasa Belanda, batu giling itu disebut dengan istilah suikermolen. Keberadaan batu giling yang hanya menjadi hiasan pos kamling di Sragen itu ternyata cukup langka di Tanah Air.