Guru di Batang yang Hukum Siswi hingga Kakinya Melepuh Minta Maaf
BATANG, iNews.id – Guru SMK Nusantara Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), Hangga Tsabita Permana yang menghukum siswinya Ahadiyatur Ruhama’u (16) hingga kakinya melepuh dan tak bisa bersekolah, mengakui kesalahannya. Dia meminta maaf kepada korban serta keluarganya.
“Alhamdulillah saya sudah minta maaf kepada pihak keluarga. Saya mohon maaf atas kelalaian saya sehingga mengakibatkan siswi cidera. Itu murni karena kelalaian saya,” kata Hangga Tsabita Permana di Batang, Rabu (21/11/2018).
Pembina Pramuka itu berjanji tidak akan mengulangi kekerasan fisik itu ke depan. Dia berharap Ahadiyatur segera kembali bersekolah seperti biasa. “Ini menjadi bahan evaluasi saya ke depannya agar tidak terulang lagi hal seperti itu. Saya minta maaf atas kelalaian saya,” ujarnya.
Keluarga korban diwakili ibu Ahadiyatur, Burdatul Layaliy, menerima permintaan maaf dari Hangga Tsabita Permana. Kedua belah pihak telah membuat surat kesepakatan damai dan menyelesaikan kasus ini di luar pengadilan. Hal ini agar permasahan cepat selesai dan menjaga psikologis Ahadiyatur.
“Saya sebagai orang tua menerima permintaan maaf dari Pak Hangga karena memang dari awal kami sudah saling memaafkan. Tidak akan ada proses lebih lanjut ke pengadilan. Yang penting itu, tuntutan kami, tidak akan terulang lagi tindakan kekerasan, sanksi-sanksi yang menyebabkan luka fisik pada taruna taruni ke depannya,” kata Burdatul Layaliy.