Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Pilu Siswi SD di Kulonprogo, Sekolah Sambil Momong Adik karena Ibunda Derita Kanker
Advertisement . Scroll to see content

Guru Besar UGM Minta Perokok di Indonesia Lebih Waspada Hadapi Covid-19

Kamis, 16 April 2020 - 19:54:00 WIB
Guru Besar UGM Minta Perokok di Indonesia Lebih Waspada Hadapi Covid-19
Ilustrasi perokok
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Di tengah pandemi Covid-19, beredar di media sosial sebuah klaim perokok berat bisa terbebas dari virus corona. Diklaim, nikotin dari pembakaran rokok dapat menempel di paru-paru dan menghadang menghalangi virus Sars-Cov2.

Faktanya, informasi tersebut belum teruji dan bisa menyesatkan para perokok di dunia. Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Yayi Suryo Prabandari pun memastikan, perokok lebih rentan terpapar Covid-19.

“Para perokok menjadi salah satu kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19,” kata Yayi Suryo Prabandari dalam keterangan pers, Kamis (16/4/2020).

Dia melanjutkan, perokok tidak hanya rentan terinfeksi Covid-19, tetapi juga penyakit-penyakit lain seperti kanker, jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes. Apabila perokok terinfeksi Covid-19, akan memperberat kondisi tubuhnya.

Dalam sebuah penelitian yang dikeluarkan jurnal internasional menuliskan pasien Covid-19 yang merokok, dua kali lebih berisiko untuk membutuhkan perawatan intensif di ICU. Pasien akan membutuhkan alat bantuan penapasan dan potensi kematian karena covid-19 lebih besar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut