Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Tempat Wisata di Karanganyar yang Lagi Hits dan Wajib Dikunjungi
Advertisement . Scroll to see content

Ganjar-Gus Yasin Penuhi Janji Kampanye untuk Tambah Insentif Pengajar Keagamaan

Jumat, 06 Maret 2020 - 11:23:00 WIB
Ganjar-Gus Yasin Penuhi Janji Kampanye untuk Tambah Insentif Pengajar Keagamaan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Wagub Taj Yasin Maimoen saat konferensi pers terkait sekolah gratis di Bandara Ahmad Yani Semarang. (Foto: Dok.Humas Pemprov Jateng)
Advertisement . Scroll to see content

Mereka juga diusulkan oleh lembaga pendidikan kegamaan nonformal kepada Kantor Kemenag setempat, memiliki surat mengajar, memiliki rekening bank aktif atas nama penerima bantuan insentif dan berdomisili di Jateng.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, pemberian insentif ini sebagai bentuk menunaian janji kampanye dirinya dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, pada pilkada 2018 lalu. Saat itu, Ganjar–Yasin berjanji membangun pendidikan keagamaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) pondok pesantren.

"Janji ini langsung kami tunaikan, agar pembangunan mental dan spiritual anak-anak kita lebih baik. Mentalnya baik, tidak mudah terpapar hoax. Bisa juga menjadi modal untuk membuka usaha," kata Taj Yasin.

Dia berharap insentif ini dapat membantu mengurangi beban masyarakat, khususnya guru agama, sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di Jateng.

"Kalau soal jumlah, harapan kami tiap tahun bisa bertambah nominalnya untuk per orangnya. Dengan mereka sejahtera, upaya pengentasan kemiskinan di Jateng juga terlaksana. Apalagi, selama Maret 2019–September 2019 jumlah orang miskin di Jawa Tengah telah berkurang 63.830 ribu orang atau 0,22 persen," katanya.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini berharap, masyarakat dapat menjadi mata dan telinga bagi Pemprov Jateng. Khususnya di dalam mengawasi pelaksanaan program dan kegiatan pengentasan kemiskinan agar semakin tepat sasaran.

"Saya berharap, di akhir masa jabatan kami, angka kemiskinan dapat ditekan di bawah dua digit. Tiada gading yang tak retak, saya menyadari masih banyak kekurangan di dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jateng. Untuk itu, partisipasi publik menjadi sangat penting," ucapnya.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut