Ganjar Bertemu Petani Milenial di Purbalingga, Sukses Sulap Lahan Bengkok Jadi Agrowisata
"Kami ada 10 kelompok dan anggotanya 150 orang lebih. Kami memanfaatkan tanah bengkok desa seluas 6 hektare dan dikelola untuk pertanian dan budi daya peternakan," katanya.
Meski di lahan yang terbatas, hasil dari pertanian dan budi daya peternakan di Agrowisata Artansi begitu menjanjikan. Untuk jenis melon misalnya, setiap panen selalu laris manis diborong pembeli. Bahkan hanya 2 hari, hasil panen selalu ludes terjual.
"Kami punya empat green house untuk budi daya melon hidroponik. Kami kelola dengan teknologi sederhana yang kami sebut NFT. Satu green house bisa menghasilkan satu ton dan biasanya 2 hari setelah panen selalu habis. Kami sampai kewalahan melayani permintaan pasar," ujarnya.
Bowo mengatakan, kisah suksesnya mengembangkan agrowisata telah sampai ke tingkat nasional. Dia berhasil memenangkan ajang perlombaan tingkat nasional dan menjadi tempat percontohan.
"Jadi kami sekarang sering kedatangan tamu dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin belajar di sini. Ada dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan lainnya. Kami ajari dan kami berharap apa yang ada di sini bisa dikembangkan di daerah lain," ucap pemuda berusia 31 tahun tersebut.