FK UNS Ciptakan Alat Bantu Pernapasan bagi Warga yang Terpapar Asap Karhutla
Sementara mekanisme kerjanya, yaitu udara masuk ke kotak humidifier melewati filter depan yang dilembabkan dengan air dan detergen. Ini berfungsi sebagai penyaring, aroma theraphy, sedangkan detergen bekerja sebagai pengikat karbon atau penyaring.
Tim FK UNS saat konferensi pers mengenai pembuatan alat bantu pernapasan untuk warga yang terpapar asap karhutla, Rabu (18/9/2019). (Foto: Istimewa)
Kemudian udara bersih dihirup melalui selang dan melewati katup bagian bawah dari masker. Lalu, udara kotor dibuang melalui katup bagian atas dari masker dan keluar dari sistem SUNS sehingga tidak bercampur.
Alat bantu pernapasan ini didesain seperti tas, baik berbentuk ransel di belakang dan tas samping. Kemudian, ada selang yang menghubungkan sampai hidung. Bahkan, ada yang didesain memiliki selang dua untuk ibu dan anak jika masih digendong.
“Jadi kalau mau dibawa ke mana-mana praktis. Bagi petugas pemadam kebakaran juga bisa karena ada yang bentuknya ransel belakang. Kami berharap alat bantu pernapasan temuan dari FK UNS ini bisa dimanfaatkan oleh warga di Riau dan Palangkaraya yang terkena paparan asap karena karhutla,” kata Darmawan.
Editor: Maria Christina