Fasilitator KLA Jateng: Media Sosial Berpengaruh pada Anak Tak Memiliki Life Skill
“Kita perhatikan medsos hari ini, semakin ke sini semakin vulgar. Anak kita mengonsumsi setiap hari. Itu punya pengaruh bagi pertumbuhan mereka. Mari jaga agar informasi yang mereka lihat adalah informasi layak bagi anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Munjiran menyoroti kegiatan di sekolah yang begitu banyak. Ini bisa berpotensi membuat anak-anak stres.
Sekolah di Semarang sudah mengusung konsep ramah anak. Seharusnya, ada upaya mewujudkan kenyamanan bagi anak saat di sekolah. Hanya saja, seiring perkembangan, banyak kebutuhan anak sekolah yang semakin kompleks hingga bisa menyebabkan depresi.
“Di Semarang punya RDRM (Rumah Duta Revolusi Mental). Kalau ada anak begitu konsultasi ke RDRM. Mendapat diagnosa depresi, akan segera mendapat rujukan ke psikolog,” ujarnya.
Sementara, Kepala DP3AKota Semarang, Ulfi Imran Basuki mengatakan, berupaya melakukan pembinaan kepada anak-anak dengan Dinas Pendidikan.