Dinas Pertanian Gunungkidul Catat 168 Hewan Ternak Mati, 6 Positif Antraks
Bambang mengapresiasi masyarakat, khususnya peternak yang tanggap menyikapi antraks. Masyarakat proaktif melapor ke puskeswan terdekat atau dinas. Sehingga, hewan mati langsung dapat ditangani untuk dikubur.
"Saat ini, kami intensif melakukan sosialisasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pakan ternak sehingga keracunan dari pakan bisa diminimalkan,” ucap Bambang.
Terkait kelanjutan penanganan antraks, Bambang mengatakan hingga kini terus melakukan pemantauan lokasi terdampak. Pemberian vaksin terhadap hewan ternak di wilayah kasus positif antraks juga masih dilakukan.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan hewan dan Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Retno Widiastuti menuturkan telah memberikan antibiotik untuk 8.990 ekor hewan ternak. Untuk vaksinasi sebanyak 1.451 ekor sapi dan kambing 3.331 ekor.
Selanjutnya, untuk lokasi tanah yang positif antraks akan dilakukan pengguyuran formalin lalu dilakukan betonisasi di lokasi.
"Nantinya 20 hari setelah dilakukan vaksinasi, jika tidak ada kematian lagi seluruh hewan ternak di lokasi terjangkit antraks diperbolehkan keluar," kata Retno.
Editor: Nani Suherni