Deretan Daerah Penghasil Batik di Pulau Jawa yang Terkenal
Sentra batik di Pekalongan tersebar di beberapa daerah, di antaranya kampung wiradesa, International Batik Center (IBC), Desa Pesindon, Pasar Grosir Batik Setono dan Batik Art Oey Soe Tjoe dan masih banyak lagi.
2. Jepara
Kabupaten Jepara memang menyandang sebutan Kota Ukir, namun Jepara juga masuk dalam daerah penghasil batik di Pulau Jawa. Motif batik Jepara yang terkenal seperti motif daun ulir hijau dan gajah cokelat. Beberapa motif batik Jepara lainnya di antaranya sido arum, sekar jagat bumi kartini, parang poro, lung-lungan, kembang setaman, dan lain-lain. Biasanya motif batik dari Jepara yaitu ukiran-ukiran yang dipengaruhi oleh Jepara yang terkenal menjadi sentranya kayu jadi dan mebel dengan ukiran-ukiran yang indah.
Masing-masing motif batik Jepara pastinya mempunyai makna tersendiri. Seperti motif parang poro mempunyai bentuk stilasi ranting yang disusun miring dan memiliki makna hidup saling membutuhkan. Motif sido arum juga memiliki pesan agar derajat pangkat dapat dimanfaatkan dalam kehidupan.
3. Solo
Solo identik dengan sebutan kota budaya, namun secara spesifik kota ini juga dikenal sebagai kota batik. Batik Solo menjadi salah satu sektor industri penting hasil manifestasi seni dan budaya di Kota Solo. Beberapa kawasan di Kota Solo di antaranya Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan, Museum Batik Danar Hadi, Lumbung Batik, dan Pasar Klewer.
Batik Solo memiliki ciri khas, baik dalam proses cap maupun tulis. Pewarnaan yang digunakan untuk membatik menggunakan bahan alam yaitu soga. Motif batik Solo yang terkenal diantaranya motif sidomukti dan motif sidoluhur. Selain itu, motif lain dari batik Solo juga banyak di antaranya motif slobog, truntum, satrui manah, semen rante, parang kusumo, pamiluto, ceplok kasatriyan, semen gendong, bondhet, dan masih banyak lagi.