Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baznas Salurkan 50 Ekor Kambing Kurban Dam Haji di Pemalang
Advertisement . Scroll to see content

Dalil Keharaman Berpuasa di Hari Tasyrik Idul Adha

Senin, 03 Agustus 2020 - 06:37:00 WIB
Dalil Keharaman Berpuasa di Hari Tasyrik Idul Adha
Ilustrasi puasa. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Perbanyak Zikir dan Takbir

Di hari tasyrik itu, Muslim yang tidak menjalankan ibadah haji disunahkan untuk mengumandangkan takbir selepas shalat fardu atau tiap selesai shalat lima waktu.

Takbir Idul Adha dimulai dari subuh hari Arafah sehari sebelum hari raya dan berakhir setelah terbenam matahari pada hari ketiga dari pada hari-hari Tasyriq. Berikut keterangannya :

وَيُكَبِّرُ مِنْ غُرُوْبِ الشَّمْسِ لَيْلَةَ العِيْدِ إِلىَ أَنْ يَدْخُلَ الإِمَامُ فيِ الصَّلاَةِ وَفيِ الأَضْحَى خَلْفَ الصَّلَوَاتِ الفَرَائِضِ مِنْ صُبْحِ يَوْمِ عَرَفَةَ إِلىَ العَصْرِ مِنْ آخِرِ أَياَّمِ التَّشْرِيْقِ (كفاية الأخيار جزء 1 ص 150)

Artinya : Hendaknya orang bertakbir semenjak terbenam Matahari di malam Idul-Fitri sampai dengan pagi harinya, tepatnya yaitu sampai Imam Idul-Fitri melakukan shalatnya. Dan takbir Idul-Adha (selain malamnya) adalah setelah shalat fardu adalah semenjak subuh hari ‘Arafah (yaitu sehari sebelum lebaran tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah) sampai dengan Asar akhir hari Tasyriq. (hari Tasyriq adalah tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah) (Syamilah - Kifayatul-Akhyar - Juz 1 hal. 150)

Wallahu A'lam.

Sumber: Pustaka Ilmu Sunni-Salafiyah KTB.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut