Curiga Penjual Kopi di Rembang Meninggal Tak Wajar, Keluarga Minta Makam Dibongkar
“Waktu itu keluarga dalam suasana masih bingung. Saya sendiri pasca kejadian, juga diperiksa di Mapolsek Pancur. Tahunya pihak keluarga sudah diautopsi, sebelum jenazah dimakamkan. Ternyata nggak,” katanya.
Dyah mengakui meninggalnya sang kakak, sarat kejanggalan. Dia mencontohkan, kalau orang bunuh diri, umumnya keluar kotoran, mata membelalak dan lidah menjulur. Namun jenazah Rupi’ah tidak menunjukkan ciri-ciri seperti itu. Warga ketika datang ke TKP, sudah mendapati posisi jenazah berada di pangkuan suami sirinya.
“Saya juga tinggal di Desa Pohlandak, jadi saat ditelepon kakak saya meninggal dunia, ya langsung datang ke lokasi. Selain kejanggalan kondisi jenazah, ada keganjilan lain yang sudah saya sampaikan ke polisi,” ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil olah TKP polisi dan pemeriksaan petugas medis, Rupi’ah diduga meninggal dunia karena bunuh diri. Almarhumah yang sehari-hari berjualan di warung kopi, meninggalkan tiga anak.
Editor: Kastolani Marzuki