Covid-19 Mengganas di Kudus, Moeldoko Minta Warga Tunda Ziarah Keagamaan
"Kita tidak boleh abai. Jangan sampai terjadi di daerah lain, kita harus tetap disiplin protokol kesehatan," kata Moeldoko.
Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kudus terjadi usai liburan Hari Raya Idul Fitri. Puluhan desa terkena sehingga angka kematian di kawasan ini meninggi. Bahkan, banyak tenaga kesehatan yang sudah menjalani vaksinasi dua kali pun terkena. Mengutip data Dinas Kesehatan Kudus per 2 Juni 2021, kasus Covid-19 di Kudus mencapai 1.243.
Dari jumlah itu, 287 pasien dalam perawatan dan 956 isolasi mandiri. Bahkan sebanyak 189 tenaga kesehatan dinyatakan positif tertular virus corona dan salah seorang di antaranya sudah meninggal dunia. Angka tersebut juga menjadikan Kudus sebagai satu-satunya zona merah Covid-19 di Pulau Jawa dalam sepekan terakhir.
Moeldoko memastikan, pemerintah bergerak sigap mengatasi perkembangan situasi. Bahkan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan seluruh menteri, Satgas Covid dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengantisipasi kondisi di Kabupeten Kudus yang mulai kewalahan menampung pasien.
Kementerian Kesehatan juga telah memeriksa sampel Covid 19 di wilayah itu untuk dideteksi apakah penularan di wilayah itu akibat mutasi baru.