Cerita Sedih Pemilik Kos Pascakematian Mahasiswi di Semarang, Ditinggal Penghuni Tanpa Pamit
Di sisi lalin, Tiwik menilai almarhumah EN merupakan orang yang baik yang selalu menyapa setiap bertemu dirinya. Namun demikian ia mengaku jarang bertemu EN di kos.
“Elsa orangnya baik, ketemu di jalan manggil ibu, ibu gitu menyapa. Waktu kejadian teman kerja pada ke sini pada nangis bilang kalau mbak Eca itu orangnya baik,” kata Tiwik.
“Kalau di kos siang, kalau pas ke sini ngobrol sama dia tak bilangin cepat dikerjakan, lulus bisa kerja, kerja di Kalimantan kan peluangnya lebih besar kemungkinan . Jawabnya tak mau bu kerja di Kalimantan, maunya kerja di Semarang,” katanya.

Tiwik mengungkapkan jika almarhumah juga jarang pulang ke kampung halaman. Namun sebelum kejadian, EN sempat pulang ke Kalimantan.
“Barusan pulang 2 minggu di rumah (Kalimantan). Sebelum kejadian nggak ada curhat. Dia cuma bilang kerasan di Semarang,” ujarnya.