Cerita Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sembuh dari Covid-19 Berkat Plasma Konvalesen
Dia pun melakukan donor plasma hingga dua kali. Motivasi dirinya melakukan donor plasma, karena dia percaya dibalik Covid-19 yang pernah dideritanya, selalu ada hikmah, yakni terdapat antibodi di tubuhnya.
“Jadi kena musibah sempat positif Covid-19. Hikmahnya, saya sudah memiliki antibodi kekebalan,” sambungnya. Nurul Huda mencoba menjadi pendonor plasma, agar hidupnya berguna untuk sesama. “Bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk sesama,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai orang yang bekerja di sektor transportasi kereta api, dia lebih sering bertemu dengan orang banyak. Tidak heran jika itu membuatnya pernah terpapar virus Corona.
Untuk menjaga diri, pihaknya melakukan sejumlah tes kepada jajaran karyawan di lingkungan PT KAI Daop 4 Semarang. Bila dari tes ternyata reaktif, yang bersangkutan harus menjalani isolasi.
Sementara, Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Semarang dr Ana Kartika mengatakan, ada beberapa kriteria seseorang bisa menjadi pendonor plasma. Antara lain, sehat, umur 18-60 tahun, berat badan lebih dari 55 kg, pernah positif terinfeksi Covid-19, dan ada hasil negatif PCR setelah 14 hari sembuh.