Cek Prokes Sekolah Tatap Muka, Ganjar Soroti Anak-Anak Belum Biasa Antre Cuci Tangan
"Anak-anak belum biasa mengantre, jadi kalau mau cuci tangan, mereka berebut di wastafel sehingga terjadi potensi kontak. Maka saya minta dievaluasi, dibuatkan garis-garis dan diatur di setiap titik yang dipakai antre misalnya di tempat cuci tangan, masuk kelas dan lainnya," katanya.
Gubernur juga masuk ke dalam sekolah untuk mengecek kondisi kelas yang ternyata ruangannya sudah ditata sesuai prokes. Seperti meja siswa berjarak dan diberi sekat-sekat dari plastik.
"Ini bagus, jaraknya jauh dan ada sekatnya," katanya.
Dia meminta sekolah memastikan pelaksanaan prokes selama PTM yang dilakukan siswa sejak berangkat hingga pulang ke rumah.
"Anak-anak mesti dicek sejak awal, siapa yang ngantar dan pulangnya bagaimana. Saran saya yang mengantar orang tuanya sehingga bisa menjamin mereka sehat. Itu yang penting," ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMPN 13 Semarang Joko Winarno mengatakan, PTM digelar dengan prokes ketat seperti siswa yang masuk dibatasi 50 persen dan jam belajar hanya dua jam per hari.
"Setiap kelas itu maksimal 50 persen dari total rombongan belajar. Kalau satu rombel (rombongan belajar) itu ada 32 siswa, maka yang masuk sekolah hanya 16 siswa. Sisanya tetap belajar dari rumah," katanya.
Dalam sehari siswa hanya akan belajar empat mata pelajaran dengan estimasi waktu maksimal 30 menit per mata pelajaran. Dalam seminggu, sekolah akan menggelar PTM selama empat hari.
Editor: Donald Karouw