Bupati Batang Siap Lawan Siapa Saja yang Melawan dan Mengusik NKRI
“Kami akan tempatkan orang positif covid-19 dengan status OTG, hla inj sebagai antisipasi meminimalisir penularannya,” kata Wihaji. Tidak hanya itu, Pemkab juga memberikan uang bantuan isolasi mandiri sebesar Rp 1 Juta dan paket sembako kepada warga yang terpapar Covid-19.
Menyoroti hal tersebut DPRD Kabupaten Batang melalui Ketua DPRD Maulana Yusup menuturkan penanganan dan pencegahan Covid-19 sudah berdasarkan prosedur tetap sesuai anjuran pemerintah pusat dan WHO.
Menurutnya, berbagai imbauan tetap patuh terhadap protokol kesehataan sudah dilaksanakan, operasi yustisi masker, bahkan kebijakan regulasi Pemkab sudah diterbitkan. “Saya kira bukan hanya peraturan – peraturan saja, tetapi bagaimana kita semua bersinergi mengawal kebijakan itu agar berjalan dengan baik di masyarakat,”kata Maulana Yusup.
Untuk mensukseskan tersebut, Bupati tidak bisa berjalan sendirian tetapi juga harus didukung oleh semua lapisan masyarakat agar Covid-19 di Batang bisa terkendali. “Jangan sampai Batang jadi episentrum Covid-19, sehingga jadi sorotan di Jateng bahkan dunia,” katanya.
Oleh karena itu, wajib hukumnya gotong royong, guyub rukun untuk penanganan pencegahan Covid-19, tetap patuh protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.
“Saya harap para ulama, kyai di Kabupaten Batang harus bersinergi melakukan pencegahan Covid-19,” katanya. Ia pun meminta dalam menyambut tahun baru nanti yang hampir setiap desa ada kegiatan keramaian untuk dapat diantisipasi.
“Saya menyarankan akhir tahun ini diisi dengan hal – hal yang sifatnya instropeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Buat kegiatan doa bersama secara virtual di tingkat kabupaten hingga desa,” ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni