Buka Munas MATAKIN di Solo, Ini Pesan Gubernur Ganjar Pranowo
Hal ini membuatnya yakin bahwa kita mampu sebagai bangsa. Dirinya juga sepakat bahwa tahun 2045, cita-cita 100 tahun Indonesia merdeka yang mau maju tidak akan berhasil jika tidak bersatu.
“Kalau kita masih mempersoalkan perbedaan, kadang perbedaan itu indah,” ujarnya.
Dikatakannya, melalui Munas MATAKIN tentunya ada cita-cita dan misi yang ingin dicapai keluarga Khonghucu. Ketika ada tantangan eksternal berupa perubahan global, maka semua ingin memberikan kontribusi dari komunitasnya.
Tak hanya beribadah, namun juga berhubungan dengan antarsesama, yakni memanusiakan dan menunjukkan adanya saling kebutuhan. Saat pandemi Covid-19, banyak hal dilakukan dari rumah dan menggunakan teknologi.
Namun ternyata hal itu tidak membuat betah karena manusia memiliki kebutuhan bersosialisasi. Kebutuhan manusia untuk bisa berhubungan dan komunikasi, itu yang membedakan dengan alat teknologi. Secanggih apa pun teknologi, namun tidak memiliki rasa.