Begini Perjuangan Anak Tukang Las Dapat Beasiswa, Sempat Kesulitan Tes Membuat Aplikasi
“Saya memang tak sengaja menemukan info beasiswa Semesta ini. Awalnya saya hanya menemukannya lewat Instagram. Yah meski pun saya sempat pesimis karena takut nggak bisa mendaftar,” kata Zetta.
“Tapi ternyata kesempatan masih berpihak kepada saya. Yah, meskipun sangat mepet, saya pagi isi data, sore terima Surat Keterangan Lulus dari sekolah, hari itu juga deadline pendaftaran,” ujarnya.
Saat proses seleksi tersebut, dirinya sempat tak percaya diri. Dia mengalami kesulitan saat tahap tes Hackathon (perlombaan membuat aplikasi dalam waktu singkat - seperti Marathon tapi untuk pemrograman).
Aplikasi yang biasa dibuat dalam kurun waktu satu bulan, harus diringkas dalam hitungan jam. Zetta saat itu mencoba membuat aplikasi sistem pendaftaran vaksin berbasis website. Hasilnya pun menjanjikan, aplikasi sudah dapat beroperasi secara sederhana.
"Jadi dalam Hackaton, saya membuat aplikasi bernama COVGONE. Singkatan dari Covid Gonr (Covid menghilanglah). Dengan aplikasi ini harapannya orang bisa daftar vaksin secara lebih mudah, fasilitas kesehatan menerima pendaftar juga lebih mudah, dan ada info tentang rumah sakit rujukan Covid yang API (informasinya) selalu terupdate dan terhubung database Kemenkes," kenang Zetta.