Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Begini Konsep Dugderan Sambut Ramadan di Kota Semarang di Tengah Pandemi Corona

Jumat, 17 April 2020 - 02:30:00 WIB
Begini Konsep Dugderan Sambut Ramadan di Kota Semarang di Tengah Pandemi Corona
Tradisi Dugderan menyambut Bulan Suci Ramadan akan tetap digelar Pemkot Semarang di tengah pandemi corona. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Dengan prosesi sederhana itu, kata Hendi, maka tradisi tetap berjalan sekaligus mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak menciptakan kerumunan. Sebab, pada tradisi dugderan tahun-tahun sebelumnya selalu dipadati ribuan orang dari berbagai daerah.

“Jadi tetap dilakukan (dugderan), tapi konsepnya sangat sederhana. Tidak ada arak-arakan, tidak ada masyarakat yang terlibat, tapi bahwa upaya untuk mengumumkan kepada masyarakat sebentar lagi Ramadan tetap akan dilaksanakan,” ujarnya.

Dugderan merupakan tradisi menyambut Bulan Suci Ramadan di Kota Semarang. Kata ini berasal dari suara bedug yang berbunyi “dug” serta suara meriam yang menggelegar “der”. Oleh karenanya dalam setiap tradidi dugderan akan dilakukan pemukukan bedug serta menyalakan meriam. “Suara meriamnya tetap (ada),” ucapnya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut