Begini Kisah SAR UNS Evakuasi 3 Jenazah Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo
“Kami dari SAR UNS sampai sekitar pukul 17.00 WIB,” kata Faizal.
Peralatan yang dibawa Bakorlak SAR UNS terdiri dari mobil Land Rover dan Kijang SAR UNS, tiga set peralatan selam, satu engine LCR perahu karet, satu jerichan BBM perahu karet, tali kernmantel, tali Webbing, enam buah life jacket, dan HT. Anggota tim penyelam yang disiapkan Bakorlak SAR UNS mayoritas sudah sering menangani kecelakaan air.
Faizal menceritakan, selama proses pencarian tim penyelam Bakorlak SAR UNS mengalami kendala jarak pandang di dalam air yang sangat terbatas. Hal itu dikarenakan kondisi air yang keruh dan berlumpur.
“Setiap kejadian kecelakaan di air dalam pencarian korban, kendala utamanya adalah jarak pandang yang sangat terbatas. Bahkan, sama sekali tidak bisa melihat. Kedalaman waduk di area pencarian korban antara 15 sampai dengan 30 meter,” tutur Faizal.
Selain itu, tim penyelam Bakorlak SAR UNS juga mengalami kendala karena banyaknya tali tambatan dari warung apung dan keramba di dasar Waduk Kedung Ombo.
Sebelum benar-benar melakukan proses pencarian, tim penyelam Bakorlak SAR UNS bersama dua personel Brimob melakukan observasi terlebih dahulu pada datum point atau titik utama dengan menggunakan perahu karet.