Bayar Rapid Test Rp550.000 demi Mudik, Pria Ini Malah Dikucilkan saat Tiba di Kampung
“Sengaja bawa pikap aja biar mudah di perjalanan. Dan ternyata lancar sampai tujuan. Meski ada pemeriksaan tapi bisa lewat karena barang-barang di belakang full,” katanya.
Komar sengaja tak pulang ke rumah mertuanya terlebih dahulu, melainkan menuju ke salah satu rumah sakit di Klaten. Meski dalam perjalanan relatif tak kontak dengan orang lain, namun kekhawatiran sebagai OTG (orang tanpa gejala) sempat membuat nyalinya ciut.
Anak, istri, dan mertua mesti dijaga kesehatannya. Terlebih, kondisi kesehatan mertuanya sudah mulai menurun akibat faktor usia. Dia penah membaca dalam sebuah berita situs online, lansia merupakan kelompok rentan terserang Covid-19.
Dia pun tak ingin membawa penyakit yang bisa ditularkan kepada orang-orang tercinta. Komar pun mantap menjalani rapid test. Biayanya cukup mahal, dan mesti menunggu hingga sekira 45 menit untuk mengetahui hasil pemeriksaan.
“Mahal bro, bayar Rp550.000,” ucapnya.
“Tapi enggak apa-apa lah, kesehatan anak istri dan mertua adalah yang utama. Mereka lebih penting. Setelah mendapat surat sehat ini. Saya pulang dan menunjukkan surat itu kepada warga yang menjaga portal gang, agar dibukakan,” ujar Komar.