12 Bangunan Bersejarah yang Masih Kokoh Berdiri, Nomor 2 Jadi World Heritage
2. Candi Borobudur
Bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri di Indonesia berikutnya, yaitu Candi Borobudur. Candi Borobudur merupakan sebuah candi Buddha yang terletak di Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Candi Borobudur merupakan candi atau kuil Buddha terbesar di dunia. Karena kemegahan dan keagungannya, candi yang dibangun pada abad ke-8 ini sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia (world heritage).
Asal usul nama Borobudur tidak jelas. Meskipun merupakan nama asli, kebanyakan candi di Indonesia tidak diketahui. Nama Borobudur pertama kali tertulis didalam buku History of Java karya Sir Thomas Raffles. Nama Bore-Budur, dalam tata bahasa Inggris untuk merujuk ke desa terdekat dengan kuil, yaitu Desa Bore (Boro). Sebagian besar candi sering dinamai dengan nama desa tempat mereka berdiri.
Raffles juga curiga bahwa kata Budur mungkin terkait dengan istilah Buda dalam bahasa Jawa yang berarti kuno yang berarti Boro kuno. Namun, arkeolog lain menganggap bahwa nama Budur berasal dari istilah bhudhara yang berarti gunung. Candi Borobudur pun masih diliputi berbagai misteri, mengenai siapa pendiri candi Borobudur dan apa tujuan dari pembangunan candi ini. Banyak cerita dan kisah candi Borobudur beredar dan kini dikenal sebagai dongeng rakyat setempat.
3. Museum sejarah Jakarta
Bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri berikutnya, yaitu Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah. Museum ini dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn tahun 1707. Pembangunan selesai tiga tahun kemudian pada tahun 1710. Bangunan ini awalnya merupakan Balai Kota Batavia, tempat Gubernur Jenderal bertugas. Museum Sejarah Jakarta diketahui memiliki arsitektur dan desain yang sengaja dibuat menyerupai Istana Dam.
4. Gereja Katedral
Bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri berikutnya, yaitu Gereja Katedral. Gereja ini diresmikan pada tahun 1901 dan dibangun dengan menggunakan gaya arsitektur neo gotik dari Eropa. Gereja ini diarsiteki oleh Pastor Antonius Dijkmans. Namun baru 7 bulan pembangunan sempat terhenti. Marius J Hulswit akhirnya melanjutkan pembangunannya tanpa mengubah blueprint dari Pastor Antonius.