Asal-usul Nama Kabupaten Pati, Berawal dari Peperangan 2 Kadipaten
Di wilayah tersebut terdapat dua penguasa lokal yaitu Penguasa Kadipaten Paranggaruda dan Penguasa Kadipaten Carangsoka. Adipati Kadipaten Paranggaruda bernama Yudapati yang wilayah kekuasaannya terdiri dari Sungai Juwana ke selatan sampai ke Pegunungan Gamping utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan.
Sementara penguasa Kadipaten Carangsoka, Adipatinya bernama Puspa Kandung Jaya. Ia memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi Utara Sungai Juwana hingga Pantai Utara Jawa Tengah bagian timur. Ia memiliki seorang Putri yang bernama Rara Rayungwulan.
Kadipaten Paranggaruda dan Kadipaten Carangsoka hidup rukun, damai, dan saling berdampingan. Bahkan kedua adipati dari kadipaten tersebut sepakat untuk mengawinkan putra putrinya untuk memperkuat tali persaudaraan dan melestarikan keturunan.
Saat itu Rara Rayungwulan telah menerima pinangan dari utusan Adipati Paranggaruda, akan tetapi ia meminta bebana agar pada saat resepsi dapat dimeriahkan dengan pementasan wayang oleh seorang dalang kondang bernama Safayana.
Akhirnya Adipati Paranggaruda menugaskan Panggede Kemaguhan yang bernama Yuyu Rumpung Agul Agul Paranggaruda. Namun, sebelum melaksanakan perintah Adipati, Yuyu telah berniat untuk melumpuhkan kewibawaan Kadipaten Carangsoka dengan menguasai dua pusaka milik Raden Sukmayana di Majasemi.