Antisipasi Erupsi, Warga Desa yang Berjarak 4 Km dari Puncak Merapi Giatkan Ronda
Warga Jrakah jika secara tiba-tiba terjadi bencana erupsi Merapi juga diarahkan melalui program Desa Persaudaraan. Mereka akan dievakuasi di Desa Karanggeneng, Boyolali Kota.
"Masyarakat Jrakah setiap terjadi bencana erupsi Merapi sudah melakukan komunikasi dengan masyarakat Karanggeneng, dan sekaligus pemerintahan setempat sebagai tempat pengungsiannya," katanya.
Pihaknya juga sudah melakukan pendataan kendaraan persiapan transportasi untuk evakuasi warga menuju ke daerah aman bencana. Jadi kendaraan roda empat di setiap RT sudah didata dan titik kumpul juga sudah ditentukan. Warga sudah pengalaman dari kejadian erupsi tahun-tahun sebelumnya.
"Kami juga sudah mendata jumlah hewan ternak sapi dan kambing milik warga, dan kendaraan evakuasi ternak sudah disiapkan oleh tim Siaga Desa (TSD) Jakrah," katanya.
Menurut dia jumlah penduduk di Desa Jrakah sebanyak 4.430 jiwa, sedangkan ternak sapi 824 ekor, dan kambing 254 ekor. Jika terjadi erupsi, warga langsung menuju titik kumpul masing-masing RT/RW untuk dievakuasi di tempat aman.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo meminta masyarakat lereng Gunung Merapi yang tinggal KRB III dan II untuk selalu waspada. Kabupaten Boyolali telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya di KRB III atau radius 3 km dari puncak tidak boleh ada aktivitas.
Wilayah Boyolali ada tiga desa yang masuk KRB III Gunung Merapi, yakni Tlogolele, Klakah dan Jrakah di Kecamatan Selo. Pihaknya telah mendata jumlah warga di tiga wilayah desa teratas tersebut sebanyak 10.189 jiwa, demikian Bambang Dinungharjo.
Editor: Nani Suherni