578 Anak Terpapar Covid-19, DP3A Semarang: Tingkat Kesembuhan Lebih Cepat di Rumah
Dia mengatakan, kondisi pandemi bisa digunakan orang tua untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara orang tua dan anak. “Jangan sampai pandemi ini membuat anak hanya bergantung gadget, orang tua harus melakukan pendekatan misal dengan permainan tradisional seperti dakon, gasingan, bola bekel dan sebagainya,” ujarnya.
Menurutnya, kasus yang terjadi pada 578 anak tersebut bisa jadi lantaran partisipasi masyarakat yang rendah. Lingkungan masih menganggap anak akan baik-baik saja meski tidak menerapkan protokol kesehatan.
“Padahal, saat kita mengingatkan anak-anak menggunakan masker itu sebenarnya masuk konteks pemenuhan hak anak atas kesehatan mereka agar tidak terpapar Covid-19,” ujarnya.
Dia menyarankan, anak isolasi di rumah saja jika memang tidak bergejala atau mengalami gejala ringan. Dukungan dari keluarga saat anak terpapar Covid-19 sangat dibutuhkan untuk menambah imun dan mempercepat kesembuhan.
Pengurus Forum Anak Kota Semarang, Audylia Salsabila mengatakan, masih adanya anak yang jarang memakai masker disebabkan karena edukasi yang masih kurang.
Pihaknya melakukan berbagai cara agar mereka bisa memahami Covid-19. “Pendekatannya lebih tepat kami menyediakan tutor sebaya dan boks (bincang online bocah Semarang),” kata Audylia.
“Ini tempat sharing bersama. Anak-anak bisa bicara soal keluhan mereka di tengah pandemi. Kami juga menyediakan permainan seru di instagram forum anak,” ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni