Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pencurian Puluhan Besi Bekas Rel Kereta di Jombang Diotaki Oknum Pegawai KAI
Advertisement . Scroll to see content

5 Fakta Sejarah Lawang Sewu Semarang, Nomor 3 Dirancang Arsitek dari Amsterdam

Senin, 31 Oktober 2022 - 14:48:00 WIB
5 Fakta Sejarah Lawang Sewu Semarang, Nomor 3 Dirancang Arsitek dari Amsterdam
Salah seorang wisatawan saat melihat koleksi foto-foto sejarah di Lawang Sewu Semarang. Foto/IST
Advertisement . Scroll to see content

Gedung akhirnya diserahkan kembali kepada Perum Kereta Api (Perumka) yang kemudian statusnya berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia pada tahun 1994. Di tahun 2009 dilaksanakan restorasi yang diprakasai PT Kereta Api Indonesia. Akhirnya pada 5 Juli 2011 gedung ini diresmikan sebagai purna pugar cagar budaya gedung A Lawang Sewu.

3. Memiliki bangunan yang unik

Sejarah Lawang Sewu Semarang berikutnya ialah bangunannya yang dirancang oleh oleh Prof Jakob F Klinkhamer dan BJ Ouendag, yang merupakan arsitek dari Amsterdam. Dengan memiliki gaya khas berupa ciri dominan elemen lengkung dan sederhana. gedung didesain sedemikian rupa menyerupai huruf L serta juga mempunya sejumlah jendela dan pintu yang banyak berfungsi sebagai sistem sirkulasi udara.

Karena jumlah pintunya yang banyak, akhirnya gedung ini disebut masyarakat sekitar sebagai gedung Lawang Sewu yang artinya bangunan dengan seribu pintu. Selain pada desain bangunan yang terbilang unik, Lawang Sewu juga mempunyai ornamen kaca patri pabrikan Johannes Lorens Schouten. Kaca meceritakan tentang kemakmuran serta keindahan Jawa, kekuasaan Belanda atas Semarang dan juga Batavia yang merupakan sebuah kota maritim dengan kejayaan kereta apinya.

Ragam hias lainnya pada bangunan ini ialah ornamen tembikar pada bidang lengkung yang terletak di atas balkon, kubah kecil yang berada di puncak menara yang memiliki lapisan tembaga, serta puncak menara yang juga dihiasi dengan perunggu.

4. Museum

Saat ini gedung lawang sewu telah dialihfungsikan menjadi museum yang menyajikan berbagai koleksi dari masa ke masa perkeretaapiaan di Indonesia. Koleksi-koleksi yang dipajang di antaranya alkmaar, mesin edmonson, mesin hitung, mesin tik, replika lokomotif uap, surat berharga dan lain-lain. Gedung ini juga menyajikan dokumentasi proses pemugaran gedung Lawang Sewu, seperti foto, video, serta material restorasi. Berada dekat pada pintu keluar, terdapat ruang perpustakaan yang isinya buku-buku tentang kereta api.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut